artikel

Mengetahui Dasar Management Aset

Sebelum melakukan sesuatu, setiap individu mempunyai dasar atau fundamental untuk melakukannya. Dasar ini dibutuhkan sebagai penopang atau landasan sehingga yang akan dilakukan tidak menyimpang, tak terkecuali dalam Pelaksanaan Manajemen Aset. Manajemen Aset Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila memenuhi prinsip dasar Manajemen Aset. Menurut ISO 55000, Manajemen Aset mempunyai 4 dasar. Apa sajakah itu?

1. Nilai (Value)

Untuk diakui sebagai aset, sesuatu harus mempunyai nilai yang bermanfaat bagi perusahaan. Nilai pada aset yang akan Anda taksir dapat berupa Nilai Aktual atau Nilai Potensial. Nilai tersebut juga dapat berwujud atau tidak berwujud, dan dapat diukur secara moneter maupun tidak. Setiap perusahaan harus bisa menentukan apa yang merupakan nilai pada aset untuk dapat mencapai tujuan perusahaan.

Perusahaan Anda juga harus mempertimbangkan intangible elements pada nilai saat melakukan pengambilan keputusan, seperti reputasi perusahaan, kepuasan konsumen, atau tanggung jawab kepada lingkungan. Perlu diingat! Bahwa nilai perusahaan berbeda dengan nilai pelanggan yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan. Nilai perusahaan berperan sebagai sumber dan pembatas. Meskipun setiap aset dapat memberikan kontribusi nilai pada perusahaan, tetapi pada saat mereka terhubung dengan aset yang lain dan menjadi suatu sistem aset yang besarlah yang menghasilkan nilai untuk perusahaan dengan kemungkinan yang lebih besar.

Pendekatan untuk merancang atau mengkonsepkan nilai secara umum yaitu menggunakan Aliran Nilai (Value Stream) dan rantai Nilai (Value Chain). Aliran nilai sendiri berfokus pada nilai yang diterima oleh pelanggan serta pemegang saham, sedangkan Rantai Nilai fokus pada keuntungan kompetitif. Secara garis besar rantai nilai pada perusahaan adalah bagaimana Anda dapat memberikan nilai tambah pada input yang dimiliki melalui proses produksi. Nilai aset dan rantai nilai berperan secara bersama-sama dan saling mendukung dalam menjalankan tugasnya. Contohnya pada perusahaan jasa penerbangan, nilai yang ada pada aset pesawat sangat bergantung pada marketing serta strategi operasi bisnis yang diterapkan sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Akan tetapi tingkatan nilai tersebut juga mempengaruhi keefektivitasan bisnis seperti kepuasan dan loyalitas pelanggan.

2. Alignment (Line of Sight)

Manajemen aset yang baik adalah mampu menyelaraskan tujuan organisasi dengan aktivitas manajemen aset yang dijalankan hingga keputusan teknis dan keuangan. keselarasan atau hubungan yang jelas ini sering juga disebut ‘Line of Sight’. Keberadaan ‘Line of Sight’ pada manajemen aset adalah untuk memberikan kejelasan dan pengertian sehingga karyawan mengetahui apa yang harus mereka lakukan/kontribusi dalam mencapai kesuksesan.

Tujuan organisasi harus diterjemahkan dalam kebijakan, strategi, dan tujuan manajemen aset. Hal ini yang nantinya diturunkan lagi menjadi rencana dan aktivitas manajemen aset. Rencana dan aktivitas juga harus diselaraskan dengan keputusan manajemen senior, strategi dan rencana yang menyeluruh, fakta berdasarkan pada realitas (kemampuan aset, kinerja aset, peluang dan hambatan aset), dan yang lainnya.

Line of Sight’ membantu karyawan untuk mengerti apa yang dibutuhkan dan mengapa hal tersebut penting bagi organisasi. Sehingga mereka mengerti apa yang mereka kerjakan, dan mengapa mereka mengerjakan hal tersebut. Tidak hanya bermanfaat dalam menentukan prioritas dan koordinasi, ‘Line of Sight’ juga dapat menstimulus kreativitas dan inovasi karyawan. Karyawan yang memahami hal yang penting dalam organisasi sering kali menemukan cara baru atau yang lebih baik dalam mencapai tujuan.

3. Leadership

Kepemimpinan mempunyai peran yang penting dalam manajemen aset. Kepemimpinan level senior (senior excecutives s.d supervisor) dan komitmen yang tampak merupakan aspek krusial pada perusahaan Anda untuk keefektivitasan manajemen aset. Setiap individu atau karyawan kadang menilai tingkat kepentingan manajemen aset berdasarkan dari siapa yang bertanggung jawab akan hal tersebut. Sehingga untuk kerberhasilan pelaksanaan manajemen aset yang akan diterapkan, organisasi harus memastikan bahwa hal leadership ditugaskan pada senior manajer yang memiliki pengaruh dan wewenang untuk membuat kemajuan.

Berikut merupakan beberapa peran leadership yang diterapkan secara umum:

  • Memastikan bahwa struktur dan budaya perusahaan kondusif dalam melakukan apa yang ingin dicapai.
  • Mengatur arah dan prioritas untuk perkembangan kemampuan manajemen aset yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
  • Memastikan bahwa pemikiran dan pelaksanaan manajemen aset yang dilakukan out of the box.

4. Assurance

Tidak hanya pelaksanaan saja, Anda juga perlu monitoring dan evaluasi pada pelaksanaan manajemen aset yang akan Anda lakukan. Assurance merupakan kombinasi monitoring dengan auditing yang dilaksanakan pada proses dan hasilnya untuk memastikan bahwa aset, sistem aset, proses dalam pengoperasian dilakukan sesuai dengan yang Anda rencanakan. Dalam hal ini adalah bagaimana manajemen aset memberikan jaminan bahwa aset akan memenuhi tujuan yang diperlukan.

Kerangka assurance sendiri disusun untuk keefektivitasan pelaksanaan seperti memastikan bahwa aset yang dioperasikan atau dilaksanakan sesuai rencana, dan konsistensi pelaksanaan manajemen aset. Kerangka assurance juga harus meliputi kebijakan, rencana, proses bisnis, dan sistem informasi untuk memberikan kepastian bahwa aktivitas manajemen aset yang akan Anda jalankan bersama dengan karyawan yang berkompeten sesuai dengan ekspektasi Anda hingga sampai pada level manajemen tertentu.

Setelah mengetahui dasar-dasar manajemen aset, Anda dapat mulai merencanakan manajemen aset sesuai dasar yang telah diatur tersebut. Tanpa adanya dasar tersebut, manajemen aset yang dilakukan dapat menjadi tidak efektif dan efisien atau membuang banyak waktu karena tidak menghasilkan hasil yang sempurna. Apabila masih ada yang ingin Anda didiskusikan atau lebih haus akan pengetahuan tentang dasar manajemen aset maka Anda dapat menghubungi ahlinya. Good luck!